Kamis, 14 Oktober 2010

BAB I

PENGERTIAN AL QUR’AN

Secara bahasa qara’a mempunyai arti mengumpulkan dan mengjimpun dan qiraah berarti menghimpun huruf – hufur dan kata- kata satu dengan yang lain dalam satu ucapan yang tersusun rapi. Quran pada mulanya seperti qiraah yaitu asdar dari kata qara’a qiraatan quranan. Allah Swt berfirman yang artinya sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya dan membacanya. Apabila kami telah selesai membacakannya makan ikutilah bacannya itu.

Kata qur’anah pada ayat di atas berarti quraatuhu ( bacaannya/ cara membacanya). Jadi kata itu adalah asdar menurut wazan fu’lan dengan vocal u seperti ghufran dan syukran. Kita dapat mengatakan qara’tuhu quran qiraatan wa quranan artinya sama saja. Disini maqru’ ( apa yang dibaca) diberi nama quran yakni penamaan maf’ul dengan masdar.

Quran dikhususkan sebagai nama bagi kitab yang diturunkan kepada Muhammad saw sehingga quran menjadi nama khas bagi kitab itu sebagai nama diri.

Secara gabungan kata itu dipakai untuk nama quran secara keseluruhan begitu juga untuk penamaan ayat- ayatnya. Maka jika kita mendengar orang membaca ayat quran kita boleh mengatakan bahwa ia sedang membaca al- quran.

Dan apabila dibacakan quran maka dengarkanlah dan perhatikanlah ( al- A raaf 204)

Sebagian ulama menyebutkan bahwa penamaan kita ini dengan nama al quran di antara kitab- kitab Allah itu karena kitab ini mencakup inti dari kitab- kitabNya bahkan mencakup inti dari semua ilmu. Hal itu diisyaratkan dalam firmanNnya yang artinya Dan Kami turunkan kepadamu al- kitab sebagai penjelasan bagi segala sesuaut.

Tiada Kami alpakan sesuatu pun didalam al- kitab ini ( Al- An’an 38)

Sebagian ulama berpendapat bahwa kata quran itu pada mulanya tidak berhamzah sebagai kata jadian.mungkin karena ia dijadikan sebagai suatu nama bagi kalam yang diturunkan kepada Nabi Saw, dan bukannya kata jadian dari qraa atau mungkin juga karena ia berasal dari kata qarana asy- syai’ yang berarti memperhubungkan sesuatu dengan yang lain atau juga bersal dari kata qaraain karena ayt- ayatnya satu dengan yang lain saling menyerupai. Dengan demikian huruf nun itu asli. Namun pendapat ini masih diragukan yang benar adlah pendapat yang pertama.

Secara istilah quran memang sukar diberi batasan- batasan dengan definisi- definisi logika yang mengelompokkan segala jenis bagian- bagian serta ketenutan- ketentuannya yang khusus mempunyai genus differentia dan propium sehingga definisi quran memiliki bartasan yang benar- benar kongkret.

Yang kongkret adalah menghadirkannya dalam pikiran atau dalam realita missal kita menunjuk sebagai quran kepada yang tertulis dalam mushaf atau terbaca dengan lisan. Untuk itu kita katakana quran adalah apa yang ada di antara dua buku atau kita katakana juga al quran adalah bismillahir rahmaanir rahiim alhamdulillaahi rabbil’ aalamiin. Minal jinnati wannaas.

Para ulama menyebutkan definisi al quran yang mendekati maknanya dengan membedakan dari yang lain dengan menyebutkan bahwa al quran adalah kalah atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad saw. Yang pembacaannya merupakan ibadah. Dalam definisi kalam merupakan kelompok jenis yang meliputi segala kalam. Dan dengan menggabungkannya kepada Allah berarti tidak termasuk semua kalam manusia jin dan malaikat.

Dan dengan kata- kata yang berarti diturunkan maka tidak termasuk kalam Allah yang sudah khusus bagi milikNya.

Katakanlah sekiranya lautan menjadi tinta untuk menuliskan firman Rabku akan habislah lautan sebelum firman Rabku habis ditulis sekalipun kami berikan tambahannya sebanyak itu pula.

Dan seandainya pohon- pohon di bumi menjadi pena dan lautan menjadi tinta tambahkan sesudahnya tujuh lautan lagi niscaya kalam Allah tidak akan habis- habisnya.

Dan membatasi apa yang diturunkan itu hanya kepada Muhammad saw. Tidak termasuk apa yang diturunkan kepada nabi- nabi sebelumnya seperti Taurat Injil dll.

Adapun yang pembacaannya merupakan suatu ibadah mengecualikan hadis- hadis ahad dan hadis- hadis qudsi bila kita berpendapat bahwa yang diturunkan Allah itu kata- katanya sebab kata- kata pembacaannya sebagai ibadah artinya perintah untuk membacanya di dalam salat dan lainnya sebagai suatu ibadah sedangkat qiraat ahad dan hadis- hadis qudsi tidak demikian halnya

Sumber studi ilmu- ilmu quran terjemahan dari Mabaahits fii’ uluumil Qur’aan Manna’ khaliil al- qattaan.


BAB I

AL QUR’AN

KITAB YANG UNIVERSAL

Al- Qur’an tidak mengkhususkan pembicaraannya pada bangsa

Tertentu atau kelompok tertentu saja, bangsa arab atau kelompok jahiliyah, ahli kitab dan lainnya, tetapi pembicaraan al- quran bersifat universal dan menyeluruh. Itulah sebabnya al- qur’an merupakan kitab Allah yang terakhir dan harus dijadikan pedoman oleh setiap manusia. Al- quran dalam pembahasannya mencakup seluruh umat, baik yang kafir maupun yang beriman, yahudi maupun nasrani yang mengajak umat untuk menerima ajaran kebenaran. Maka kita mengenal kata- kata dalam al-qur’an yang berbunyi Ya Ayyuhannaas ( wahai manusia).

Memang pada permulaan islam wahyu yang diturunkan pembicaraannya ditujukan kepada bangsa arab, namun setelah tahun keenam hijrah, setelah dakwah islam tersebar ke luar jazirah arab, maka wahyu al- quran bersifat universal dan tidak ada lagi alas an pengkhususan.

Ditegaskan dalam al- qur’an yang artinya :

“ Dan al-qur’an ini diwhyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberikan peringatan kepadamu dan kepada orang- orang yang sampai al- qur’an kepadanya” ( Qs. Al- An’am : 19)

“ Dan al-qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat” ( Qs. L- Qalam : 52)

AL- QUR’AN

KITAB YANG SEMPURNA

Al Qur’an membuat dan menerangkan tujuan puncak umat manusia dengan bukti- bukti yang kuat dan sempurna. Tujuan itu dapat tercapai dengan pandangan tealistis terhadap alam dan dengan melaksanakan pokok- pook akhlak dan hukum perubatan. Al qur’an menggambarkan tujuan ini dlam firmanNya.

Artinya “ Dan Kami turunkan kepadamu Al- kitab ( al- qur’an) untuk menjelskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang- orang yang berserah diri.” ( Qs. An Nahl : 89)

Lihatlah pula surat Al- Maidah 58 dan Asy- Syura 13

Kesimpulan dari ayat- ayat tesebut adalah bawah al- qur’an mengandung kebenaran- kebenaran sebagaimana yang telah dijelaskan dalam kitab- kitab samawi yang lain disertai penambahan- penambahan yang dibutuhkan manusia dalam mencapai kebahagiaan yang diinginkan termasuk dasar- dasar akidah dan perbuatan

Kesempurnaan al- qur’an bagi segala aspek kehidupan manusia termuat dlam 114 surat yang akan dijelaskan dalam pembahasan berikut.


BAB II

PEMBAGIAN ISI POKOK AL – QUR’AN

Para ulama berbeda pendapat dalam membagi pokok- pokok isi kandungan al- qur’an karena begitu sempurnanya al- qur’an yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai pegangan umat islam. Selain itu, karena al- qur’an merupakan kitab pamungkas bagi seluruh umat manusia. Dialah yang benar dn dialah yang harus diikuti.

Perbedaan ini juga dibuktikan dalam hal segi-s egi kemukjizatan al- qur’an. Al- quran yang merupakan satu- satunya kitab sebagi mukzizat. Sungguhpun berbeda, tetapi pada dasarnya pendapat para ulama tersebut saling melengkapi dan saling mengisi satu sama lain.

Muhammad A-Khudhari membagi isi kandungan al- Qur’an dalam tiga bagian :

  1. Yang berhubungan dengan keimanan kepada Allah, kitab- kitabNya, dan hari akhir yang merupakan pembahasan ILMU KALAM
  2. Yang berhubungan dengan pembahasan hati dan akhlak yang mulia yang menjdi pembahasan ILMU AKHLAK
  3. Yang berhubungan dengan perbuatan anggota badan, yang menjadi pembahasan ILMU FIQIH.

MUHAMMAD ABDULAH menguraikan isi pokok Al- Quran dalam lima bagian :

  1. Tauhid
  2. Janji dan kabar gembira dengan pemberian pahala bagi yang mengambil tauhid dan ancaman serta peringatan bagi yang tidak mau mengambilnya
  3. Ibadah yang menghidupkan dan menumbuhkan tauhid di dalam hati
  4. Menerangkan hukum- hukum yang menjadi jaln kebahagiaan dan cara- cara untuk menempuhnya yang menyampaikan pada kenikmatan- kenikmatan dunia akhirat
  5. Kisah- kisah orang- orang yang berdiri pada batas- batas Allah dan mengambil pokok- pokok agamanya dari berita orang- orang yang melampaui batas Allah dan membuang hukum agamanya. Hal ini ditujukan untuk mengambil pelajaran dan memilih jalan orang- orang yang baik.

PROF. MAHMUD SYALTUT membagi kandungan al- qur’an menjadi enam bagian :

  1. AKIDAH yang wajib dipercaya oleh setiap orang yang menjadi pemisah antara orang mukmin dan kafir, yakni beriman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, hari akhir dan sebagainya.
  2. AKHLAK yang dapat mendidik jiwa serta memperbaiki seseorang atau masyarakat dan meniadakan tindakan- tindakan yang dapat membawa bencana bagi manusia.
  3. Member dorongan dan bimbingan dlam mengamati alam semesta untuk mengetahui hikmat- hikmat Allah yang akhirnya dapat menyakini kebesaranNya berdasarkan pemikiran sendiri bukan ikut- ikutan.
  4. Kisah- kisah terdahulu, baik perseorangan maupun kelopok bangsa
  5. Janji dan ancaman, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi
  6. Hukum- hukum praktis yang meliputi ibadah dan muamalah.

BAB III

AYAT DAN SURAT DALAM AL- QUR’AN

1. Pengertian dan jumlah ayat dalam al- qur’an

Ayat menurut bahasa mempunyai beberapa arti, diantaranya, mukjizat ( al baqarah : 211), tanda ( al- baqarah : 248), pengambilan pelajaran ( ar- rum : 24) urusan yang mengagumkan ( al- mukminun : 50), bukti / dalil ( ar- rum ). Sedang menurut istilah, ayat adalah kelompok yang mempunyai permulaan dan penutup yang terdapat dalam surat al- qur’an.

Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan jumlah ayat dalam al- qur’an, yaitu ada yang mengatakan 6000, 6236, dan 6666 ayat. Penyebab perbedaan ini terletak pada penghitungan ayat fawatihus suwar ( pembukaan surat), seperti alif laam miim. Amif laam raa. Ada yang menghitung satu ayat tersendiri dan ada yagn tidak menjadikan ayat tersendiri. Disamping itu, perbedaan dalam menentukan fashilah, yaki tentang penempatan waqaf ( berhenti) washal ( koma) tatkala mendengar ucapan Rasulullah.

2. Ayat- Ayat Makkiyah dan ayat- ayat Madaniyah

Ditinjau dari masa turunnya, maka al- qur’an dibagi menjadi dua golongan, yaitu :

a. Ayat yang diturunkan di Mekkah, sebelum Rasul hijrah dinamakan ayat- ayat Makiyah.

b. Ayat- ayat yang diturunkan di Madinah sesudah Rasul hijrah disebut ayat Madaniah.

Ayat- ayat makkiyah meluputi 19/30 ( juz) isi al- qur’an atau terdiri atas 86 surat, sedangkan ayat- ayat madaniyah 11/ 30 dari isi al qur-an, atau 28 surat.

Perbedaan surat Makkiyah dan Madaniyah :

a. Ayat Makkiyah pada umumnya pendek, sedangkan ayat Madaniyah panjang.

b. Ayat Makkiyah biasanya dimulai dengan ya ayyuhannas, sedangkan ayat Madaniyah dimulai dengn ya ayyuhal- ladzinaamanu.

c. Ayat Makkiyah pada umumnya mengandung hal – hal yang berhubungan dengan keimanan, janji dan ancaman, kisah-kisah terdahulu, pahala, dan siksa,s edangkan ayat Madaniyah berisi tentang hukum- hukum yang berhubungan dengan hukum adat dan hukum muamalah ( duniawi).


BAB IV

ISI KANDUNGA AL QUR’AN

AQIDAH, IBADAH, AKHLAK, HUKUM, SEJARAH, DAN DORONGAN UNTUK BERFIKIR- GARIS BESAR/ INTI SARI AL- QUR’AN

Al qur;an adalah kitab suci agama islam untuk seluruh umat muslim di seluruh dunia dari awal diturunkan hingga waktu penghabisan spesies manusia di dunia baik di bumi maupun di luar angkasa akibat kiamat besar.

Di dalam surat- surat dan ayat- ayat al qur’an terkandung kandungan yang secara garis besar dapat kita bagi menjadi beberapa hal pokok atau hal utama beserta pengertian atau arti definisi dari masing- msing kandungan inti sarinya, yaitu sebagaimana berikut ini.

1. Aqidah/ Akidah

Aqidah adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai keperayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia. Al qur-an mengajarkan akidah tauhid kepada kita yaitu menanamkan keyakinan terhadap Allah SWT yang satu yang tidak pernah tidur dan tidak beranak- pianak. Percya kepada Allah swt adlah salah satu butir rukum iman yang pertama. Orang yang tidak percaya terhadap rukun iman disebut sebagai orang- orang kafir.

2. Ibadah

Ibadah adalah taat, tunduk, ikut atau nurut daris egi bahasa. Dari pengertian “ fuqaha” ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang dijalankan atau dikerjakan untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Bentuk ibadah dasar dalam ajaran agama islam yakin seperti yang tercantum dalam lima butir rukun islam. Mengucapkan dua kalimah syahadat, sholat lima waktu, membayar zakat, puasa di bulan suci ramadhan dan beribadah pergi haji bagi yang telah mampu menjalankannya.

3. Akhlaq/ akhlak

Akhlak adalah perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak yag terpuji atau akhlakul karimah maupun yang tercela atau akhlakul madzumah. Allah Swt mengutus Nabi Muhammad Saw tidak lain dant idak bukan untuk memperbaiki akhlaq. Setiap manusia harus mengikuti apa yang diperintahkanNya dn menjauhi laranganNya.

4. Hukum- Hukum

Hukum yang ada di al- qur’an adalah member suruhan atau perintah kepada orang yang beriman untuk mengadili dan memberikan penjatuhan hukuman pada sesama manusia yang terbukti berslah. Hukum dalam islam berdasarkan al- qur’an ada beberapa jenis atau macam seperti jinayat, mu’amalat, munakahat, faraidh dan jihad.

5. Peringatan/ Tadzkir

Tadzkir atau peringatan adalah sesuatu yagn member peringatan kepada manusia akan ancaman Allah Swt berupa siksa neraka atau aa’id. Tadzkirjuga bis berupa kabar gembira bagi orang- orang yang beriman kepadaNya dengan balasan berupa nikmat suga jannah dan waa’ad. Di samping itu ada pula gambaran yang menyenangkan di dalam al- qur’an atau disebut juga targhib dan kebalikannya yang menakutkan dengan istilah tarhib

6. Sejarah- sejarah atau kisah – kisah

Sejarah atau kisah adalah cerita mengenai orang- orang yang terdahulu baik yang mendapatkan kejayaan akibat taat kepada Allah SWT serta ada juga yang mengalami kebinasaan akibat tidak ataat atau ingkar terhadap Allah SWT. Dalam menjalankan kehidupan sehari- hari sebaiknya kita mengambil pelajaran yang baik- baik dari sejarah masa lalu atau dengan istilah lain ikibar.

7. Dorongan untuk berfikir

Di dalam al – qur’an banyak ayat- ayat yang mengulas suatu bahasan yang memerlukan pemikiran manusia untuk mendapatkan manfaat dan juga membuktikan kebenarannya, terutama megnenai alam semesta.


DAFTAR PUSTAKA

( Q.S AL – A Raaf : 2040). Al- Qur’an

( Q.S AL- An’am : 38 ) . Al- Qur’an

( Q.S AL- An’am : 19 ) . Al- Qur’an

( Q.S AL- Qalam : 52 ) . Al- Qur’an

( Q.S AL-An Nahl : 89 ) . Al- Qur’an

A. ZAINUDDIN, S. Ag, M. JAMHARI, S.Ag. Aqidah dan ibadah, AL ISLAMI, BANDUNG

By : INTERNET

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

leave ur comment