Jumat, 18 Juni 2010

Sudah cukupkah bekal kita untuk dikehidupan yang kekal nanti??

Hidup adalah bersatunya roh secara sempurna dgn jasad. Mati adalah dicabutnya roh secara sempurna dari jasad. Roh bersatu & dicabut adalah kehendak aktif Allah. Roh mulai menyatu dgn jasad sejak usia janin 4 bulan & semenjak itu Allah sudah menetapkan batas akhir usia.

Waktu kedatangan kematian tdk mengenal usia muda atau tua, kondisi badan sehat atau sakit, atau kondisi manusia yg bersangkutan siap atau tidak siap. Hanya Allah yg tahu kapan setiap jiwa akan mati. Semua jin juga akan mati, namun umur jin rata-rata lebih panjang dibanding dgn umur rata-rata manusia. Hanya iblis yang tdk akan mati sampai Hari Kiamat.

Selama hidup, semua manusia diberi kesempatan yg sama untuk meraih hidayah & melaksanakan amal ibadah sebaik-baiknya demi mempersiapkan diri setelah mati. Hidup adalah ujian, setiap ujian pasti ada ujungnya yaitu kematian. Dan tempat setelah kematian itulah yg lebih kekal yaitu kehidupan akhirat & disanalah semua amalan kita akan dihisab.

Pada saat meregang nyawa atau sakaratul maut, semua manusia merasakan rasa sakit yg sangat hebat. Bagi muslimah yg taat, Malaikat Izrail akan menampakkan slide kehidupan surga yg telah dijanjikan Allah, dan malaikat akan menarik rohnya dgn sangat halus sehingga mengurangi rasa sakit. Sementara bagi orang yg zalim dan kafir, malaikat akan menampakkan slide kehidupan neraka yg mengerikan, lalu malaikat akan menarik dgn sangat kasar sehingga menambah rasa sakit sakaratul maut.

Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, sedangkan kehidupan akhiratlah yg lebih kekal, yg akan dijalani setelah kehidupan dunia usai. Sudah cukupkah bekal kita untuk di kehidupan yg lebih kekal nanti? Hanya diri kita sendirilah yg tau jawabannya, karena setiap manusia bebas memilih mau taat atau tidak. Jika Taat kepada Allah pasti akan masuk surga dan jika tidak mau taat maka kelak akan masuk neraka. Yuks… kita siapkan bekal kita mulai dari skrng, agar kelak dikehidupan akhirat nanti kita smua bisa masuk surga. Amin.

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk ( QS : 28 : 56 )

Allah tidak pernah menzalimi manusia. Allah tidak pernah menutup hati seseorang sehingga ia tidak bisa menerima hidayah. Allah tidak pernah mencabut iman seseorang sehingga ia menjadi murtad. Allah menutup hati manusia, karena manusia sendiri yang melampaui batas (QS : 10 : 74 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

leave ur comment